Make your own free website on Tripod.com

Home

Home
Members
Schedule
Archive
Search
Discussions
Contact Information
Guest Book
Links
Intro

Aneka Script !!! NEW

 

Minaesa Search Click Here!!!

 

Special Links !!!

www.sulutlink.com
http://tumoutou.net
www.paoki.net

 

@Submit!-FREE Promotion

This counter from Admo.net!
Sejak, 5 Juli 2001

Latar Belakang:

Era Otonomi Daerah yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2001 di hampir seluruh daerah di Indonesia termasuk Propinsi Sulawesi Utara, telah membawa banyak pengaruh bagi daerah Sulawesi Utara baik itu pengaruh secara langsung atau tidak langsung. Juga berbagai efek lainnya yang akan berdampak langsung bagi masyarakat Sulawesi Utara.

 Perkembangan teknologi informasi melalui media internet yang kemajuannya begitu pesat, dipandang perlu untuk dicermati dan diikuti bakhan dimanfaatkan oleh warga Sulawesi Utara(Kawanua) yang saat ini telah tersebar di seluruh dunia.

Untuk mengantisipasi dan melihat sejauh mana kesiapan kita semua sebagai warga Kawanua menghadapi dan menjadi "pelaku-pelaku" yang bisa mengikuti dan menyesuaikan dengan era serba digital ini,tentunya diperlukan kemampuan serta penguasaan sarana teknologi informasi yang ada saat ini agar kita tidak "ketinggalan kereta".

Tujuan:

  1. Menggalang persatuan dan kebersamaan para netter asal Sulawesi Utara dimana saja berada.
  2. Berdiskusi tentang berbagai topik yang berguna dan bisa dijadikan input/masukan bagi pihak-pihak terkait di Sulawesi Utara.
  3. Memperkenalkan dan memasyarakatkan manfaat dari prasarana teknologi informasi yang tersedia saat ini sebagai sarana untuk berkomunikasi antar sesama Netters Sulut serta menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antar warga Sulawesi Utara(Netters) dengan pihak Pemerintah Daerah. 

Menjadi tamu di Hamburg (8-9 Sept' 2001) 
Penulis: R.M Danardono Hadinoto

Kel. Hadinoto - Dimpudus

Membawa selembar daun zaitun....‘
 Bersama ini saya ingin bawakan sebuah liputan ringkas mengenai pertemuan kekeluargaan umat Kristen Eropa di Hamburg pada tanggal 8 dan 9 September yang lalu.
 
 Hujan rintik2. Udara cukup sejuk, sekitar 15 ° C. Kami berdua, maitua dan saya berangkat menuju Hamburg dengan kereta api pada malam hari, Jumat 7 September. Tiba dipagi hari tanggal 8 September hari Sabtu.
 
 Delegasi tamu yang terbesar datang dari negeri Belanda (kira2 40 orang) yang tiba pagi hari itu juga. Bersama rombongan itu datang Ketua Persekutuan Kristen Indonesia se Europa (PERKI), zus Yuyu Mandagi-Krisna, yang diiringi paitua, sdr. Asbari Krisna, seoorang Aktivist Kristen di Europa dan juga wartawan senior di Radio Nederland di Hilversum.

Rame-rame menyanyi lagu " Opo Wananatase"

Bersama rombongan ini pula tiba, sahabat lama di Fordis, broer Lucky Rumopa. Sangat gembira kami bertemu dengannya, sebab selama ini kami hanya sempat bertukar fikiran di forum Sulut dan MPO. Dalam dua hari ini, kami sempat bicara banyak sekali mengenai idee2 dan masalah2 aktual di Tanah Air. Piagam Djakarta. Poso. Great Minahasa Network.

Pdt. Lucky Rumopa bersama Kel.Hadinoto - Dimpudus dan Kel. Ticoalu - Supit

Baca berita + foto selengkapnya....

 

Liputan Khas Minahasa

Pohon Seho dan Manfaatnya

Penulis: Frans J. Rindorindo

Enau atau Aren atau lebih dikenal dengan nama Pohong Seho di daerah Minahasa, adalah sejenis tanaman tropis yg tumbuh di daerah pegunungan. Pohon ini banyak terdapat di daerah Minahasa khususnya di daerah pedesaan yg ada di dataran tinggi. Banyak kegunaan dari pohon ini yang sering dimanfaatkan oleh sebagian besar penduduk Minahasa untuk kebutuhan hidup setiap hari. Bakhan ada bagian tertentu serta hasil dari pohon ini telah menjadi pelengkap di berbagai acara adat tradisional Minahasa, mis untuk keperluan hiasan di acara pesta pernikahan, dll. Artikel ini adalah sumbangan seorang Netter asal Minahasa yang begitu peduli akan kelestarian cara-cara tradisonal Minahasa yang akhir-akhir ini sudah semakin ditinggalkan oleh generasi muda Minahasa. Kiranya dengan adanya tulisan ini, bisa mengingatkan kita semua betapa pentingnya menjaga dan melestarikan serta memanfaatkan suatu tanaman yang mempunyai nilai dan ciri khas bagi Minahasa. Selengkapnya...

 

Skenario Menuju Propinsi Minahasa
Penulis : Andry Umboh

Ketika ide pembentukan Propinsi Minahasa (selanjutnya disingkat Promin) dicetuskan, banyak pertanyaan yang mengalir dari berbagai kalangan masyarakat, bukan hanya masyarakat inside Minahasa tetapi juga outside Minahasa, terutama masyarakat Satal dan Bolaang Mongondow. Muaranya satu, bagaimana dengan propinsi Sulawesi Utara ?. Pertanyaan tersebut semakin mengemuka dengan klaim dari para pencetus Promin bahwa yang akan termasuk ke dalam Promin adalah kabupaten Minahasa, Kota Manado dan Kota Bitung. Bagi orang yang telah memahami betul UU No.22 tahun 1999 dan PP No.129 tahun 2000, ide pembentukan Promin dengan ketiga daerah tersebut dengan hanya menyisakan Satal dan Bolmong, merupakan ide yang berat untuk diwujudkan. Alasannya, matinya propinsi induk merupakan sesuatu yang terlarang dalam UU otonomi daerah. Namun demikian, apapun aspirasi yang dicetuskan masyarakat dan bagaimanapun tantangan dan hambatan pelaksanaan aspirasi tersebut, segalanya harus ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi. Tulisan saya ini mencoba memberikan beberapa skenario pewujudan Promin sebagai bahan masukan bagi masyarakat Minahasa umumnya dan para penggagas pembentukan Promin khususnya.
Baca tanggapan para Netter untuk topik ini

Kongres Minahasa Raya
Reporter: Tommy Lanawaang

Amper jam 10 pagi kita dgn satu rekan so meluncur ke Tomohon dengan harapan bisa kase kontribusi di KMR. Kira-kira jam stengah 11 lebe sadiki, kita maso di Aula Bukit Inspirasi. Kita sempat angka tanganpa Hanny kase dukungan moril. Panitia secara proaktif langsung kase kartu peserta. Para Legium Christo dari pemuda Katolik banyak yg mondar-mandir dgn seragam khas hitam-hitam. Kesan pertama yang kita dapa, “ini Kongres pe sunyi skali”. Pe banya skali kursi kosong. Hanya di bagian tengah yang banyak orang, itupun dengan diselingi kursi kosong yang lumayan banyak. Sayap kiri nyaris kosong, sayap kanan mungkin terisi seperlimanya. Di bagian depan (stage) kita lia David Tular pegang mike. Para “aparat jajarannya” nampak serius (atau termangu) mengamati floor. Dari kanan ke kiri, berturut-turut Wempi Kumendong, Conny Rumondor, David Tular, Feybe Lumanauw, Tenny Assa, Veronica Kumurur dan Stevanny Kumaat. Kita ba pikir wah, selain Vero dan Conny dorang adalah pimpinan pemuda gereja.

Pengamatan dari podium KMR II
Reporter: Veronica Kumurur

SAYA MENGAMATI SATU-PERSATU PESERTA YANG BICARA, SEMUANYA JAGO..YA..JAGO SEKALI BICARA. ARTINYA JAGO=PINTAR DAN SANGAT PIAWAI.
TAPI TIDAK SEMUANYA PINTAR JUGA MEMBERIKAN SOLUSI, ADA YANG HANYA MELEMPARKAN ISUE TANPA DILENGKAPI DENGAN PEMIKIRAN YANG MEMBERIKAN JALAN KELUAR. ADA SATU PENANYA ATAU KOMENTATORLAH, BERAPI-API DIA BERKOMENTAR LAYAKNYA SEORANG JURKAM, TELUNJUKNYA IKUT BICARA DAN SESEKALI NGEDUMEL SESUDAH ITU DIA KEMBALI DENGAN TENANG-TENANG DI TEMPAT DUDUKNYA DAN SENYUM-SENYUM BAHAGIA DAN MERASA MENANG.

Lihat tanggapan netters tentang KMR II

 

Home | Members | Schedule | Archive | Search | Discussions | Contact Information | Guest Book | Links | Intro
 


 For problems or questions regarding this web contact Webmaster.
Last updated: 09/19/01.